Wednesday, 1 October 2025

Kitab tsiqat Ibn Hibban-11 Jilid

Wednesday, 1 October 2025 0

 

Sunday, 21 July 2024

JIN DALAM BOTOL

Sunday, 21 July 2024 0
Hari ini, saya masuk kelas 3 Syakirin. Murid-murid telah habis menjawab kertas ujian Jawi. Agar murid diam dalam kelas, aku menceritakan kepada mereka kisah-kisah. Kisah penceritaanku kali ini berfolus kepada kisah JIN DALAM BOTOL.
Al-Kisah, di zaman dahulu kala ada satu jin  ayng telah derhaka kepada Nabi Allah Sulaiman. Maka, dari kerana derhakanya itu, jin itupun dihukum dengan dikurung dalam botol. Lalu Botol itu pun dibuang ke dasar laut. Di sanalah jin itu dipenjara sehingga ke hari kiamat.

Namun, jin bersumpah. Kalau ada orang selamatkan dia dalam tempoh 1000 tahun, dia akan balas jasa orang itu jadikan orang terkaya....

Aku ceritakan kepada murid-murid kisah itu. Kisah itu sebenarnya aku baca daripada kitab "Hikayat Seribu Satu Malam". 

Inilah kisah selengkapnya. Aku ceritakan semula dengan sedikit modifikasi , rengkaskan dan gaya....

“Bertahun-tahun yang lalu hiduplah seorang nelayan tua dan lemah, yang memiliki seorang istri dan tiga orang anak. Mereka tersangat miskin sehingga ia kadang-kadang tidak makan sepanjang hari.

Setiap hari si nelayan pergi ke pantai pagi-pagi sekali. Ia memiliki sebuah kebiasaan unik saat mencari ikan, yaitu dia hanya akan menebarkan jalanya 4 kali saja setiap harinya.

Suatu hari sebelum bulan terbenam dia pergi ke tepi laut dan setelah menanggalkan pakaiannya ia menebarkan jalanya. Dia menunggu hingga airnya tidak lagi beriak, baru kemudian menarik kembali jalanya. Ternyata jala itu berat sekali, seperti ada ikan yang sangat besar terperangkap di dalamnya.

Dia mencuba menariknya dengan sekuat tenaga, namun tetap saja tidak berhasil. Nelayan itu mengikatkan ujung tali jalanya ke sebuah tiang di pinggir pantai, lalu dia menyelam sambil terus menarik jalanya. Alangkah kecewanya ia, ketika tiba di ujung jalanya, ternyata hanya sisa-sisa bangkai seekor keledai.

Begitu sedihnya ia sehingga mengeluh dalam hati:
“Wahai engkau yang merajai kegelapan malam dan kematian. Hindarkan aku dari rencana jahatmu, kerana Allah akan meredhai kerja kerasku!”
Dia melepaskan bangkai binatang itu dari jalanya dan kembali ke tepi pantai.

Ia harus memperbaiki dulu jalanya yang pecah di sana sini. Lalu dengan mengucap Bismillah, nelayan itu kembali menebarkan jalanya. Lagi-lagi jalanya terasa berat ketika ditarik. Bahkan lebih berat dari sebelumnya.

“Mungkin banyak ikan yang tertangkap,” pikirnya. Maka ia mengikatkan tali jalanya di tiang dan dia pun kembali menyelam. Tapi apa daya, ternyata jalanya hanya berisi keranjang yang sudah penuh dengan lumpur.

Ia kembali mengeluh:
“Duhai benar-benar buruk nasibku!
Wahai nasib buruk, pergilah! Atau setidaknya ringankanlah!
Bukankah aku tidak pernah meminta lebih?
Aku hanya mencari sedikit rezeki, tapi yang kudapati hanyalah rasa letih.

Tapi aku salah mengeluh padamu, kerana membuat orang menjadi sengsara adalah kesenanganmu.

Orang yang baik kau buat menderita sementara orang-orang jahat yang tidak memiliki kebaikan kau muliakan.”

Sedetik kemudian nelayan itu menyesali perkataannya dan sambil membersihkan jaringnya dia memohon ampun atas ketidaksabarannya. Masih dengan sedikit marah, nelayan itu menebarkan jalanya untuk ketiga kalinya namun yang didapatinya hanyalah setumpuk kulit kerang, batu dan lumpur. Bayangkan betapa sedih dan marahnya sang nelayan, karena hingga waktu Dzuhur tiba, belum satu pun ikan yang ia dapatkan.

Ia kemudian membersihkan badannya, berwudhu dan melaksanakan sholat Dzuhur. Kemudian ia menengadahkan wajahnya ke langit, berdoa: “Ya Allah, Engkau pasti tahu bahwa aku hanya menebarkan jalaku 4 kali setiap kelaut, dan kini hanya tinggal lemparanku yang terakhir.

Hamba berharap ya Alloh, berilah hamba pertolongan dari kebaikan lautmu, seperti Engkau telah memberikan kebaikan kepada nabi Musa AS. Bismillah!”

Selesai berdoa, Nelayan kembali melemparkan jalanya dan dengan penuh harap menanti hingga airnya tidak lagi beriak. Lagi-lagi jalanya terasa berat sehingga ia harus kembali meyelam untuk membebaskannya.

Tidak ada satu ekor ikan pun yang tertangkap oleh jalanya, namun ia menemukan sebuah botol tembaga berwarna keemasan tersangkut di dalamnya. Botol itu sepertinya penuh berisi sesuatu, karena terasa berat saat diangkat. Saat diteliti botol tersebut tertutup dan terkunci dengan seal yang rapat.

“Lumayanlah, kalau aku jual di toko tembaga, harganya bisa sampai 10 keping emas,” pikirnya. “Uangnya bisa aku pakai untuk membeli makanan.”

Dia mengangkat botol tersebut, ternyata berat sekali. “Pasti ada sesuatu di dalamnya,” pikir nelayan.

“Aku harus tahu isinya. Siapa tahu isinya barang berharga,” pikirnya lagi.

Dia mengambil pisau untuk merobek segelnya, kemudian membuka penyumbatnya. Digoncangnya botol tersebut untuk mengeluarkan isinya.

Tapi tidak ada apapun di dalamnya selain segulung asap berwarna kelabu. Asap itu naik ke udara dan lama-kelamaan membentuk sesosok Jin Ifrit yang tinggi besar. Demikian tingginya hingga kepalanya yang sebesar kubah hampir menyentuh awan.

Mengerikan sekali ia, tangannya seperti garpu raksasa, kakinya sebesar tiang kapal, bibirnya menyerupai gua besar, lubang hidungnya seperti terompet, matanya menyala seperti lampu dan rambutnya yang kelabu tampak kusut awut-awutan.

Terkejut dan takut, itulah yang dirasakan si nelayan. Lututnya hampir-hampir tak sanggup menyangga tubuhnya, giginya gemeletuk ketakutan dan ia hampir tidak bisa menelan air ludahnya yang tiba-tiba mengering.

Suara jin Ifrit terdengar menggelegar saat berkata pada si nelayan, “Tiada Tuhan selain Allah dan Sulaiman utusan Allah. Wahai nabi Allah janganlah kau membunuhku. Aku berjanji tidak akan menentang perkataanmu ataupun mengkhianatimu.”

“Oh, Jin” kata nelayan, “Nabi Sulaiman, raja terkaya sepanjang masa, telah meninggal delapan ribu tahun yang lalu dan kini adalah akhir zaman. Ceritakan padaku wahai jin, kenapa kau boleh terkurung di dalam botol ini?”

Jin menatap si nelayan dan berkata, “siapakah kamu yang berani memanggilku dengan sebutan Jin?”
“Lalu apakah aku harus memanggilmu setan yang baik?” tanya nelayan.

“Jaga bicaramu, sebelum aku membunuhmu!” seru Jin.
“A..apa? Kenapa kau ingin membunuhku? Bukankah aku sudah membebaskanmu dari dalam lautan dan melepaskanmu dari botol yang mengurungmu?” tanya nelayan ketakutan.

“Tentu saja aku ingat! Tapi aku tetap akan membunuhmu. Aku hanya akan memberimu satu kebaikan,” kata Jin.
“Apakah itu?” tanya nelayan.
“Kau boleh memilih dengan cara bagaimana kau ingin mati.” kata Jin.

“Tapi kenapa? Bagaimana boleh kau membalas kebaikanku dengan perbuatan jahat,” kata nelayan.

“Aku tidak boleh membalasmu dengan kebaikan,” katanya. “Kalau kau ingin tahu sebabnya, dengarlah kisahku!”

“Aku adalah jin yang menentang ajaran Sulaiman anak Daud. Lalu Sulaiman mengirim Asaf bin Barkhiya sang Wezir agung untuk menangkapku dan menghadapkanku kepada Sulaiman.

Dia menyuruhku untuk beriman kepada Allah dan mengakui kenabiannya, tapi aku menolak. Maka ia mengurungku ke dalam botol ini. Dan supaya aku tidak boleh meloloskan diri ia menyebut dengan nama Allah, lalu menyuruh beberapa orang jin untuk melemparkanku ke tengah lautan.

Begitulah aku terkurung di dalam botol ini selama seribu tahun. Saat itu aku bersumpah dalam hati, jika ada seseorang yang boleh membebaskanku dari botol ini maka aku akan membuatnya kaya seumur hidupnya.

Namun seribu tahun berlalu dan tak ada seorang pun yang datang membebaskanku.

Kemudian aku bersumpah akan menunjukkan semua harta karun yang ada di bumi kepada siapapun yang boleh membebaskanku, tapi empat ribu tahun berlalu dan tak ada yang datang.

Lalu aku bersumpah akan menjadikan siapapun penolongku, seorang raja yang berkuasa selamanya dan akan mengabulkan setiap harinya tiga permintaan, dan lihatlah! Tak ada seorang pun yang datang.

Hingga akhirnya aku marah dan bersumpah akan membunuh siapapun yang membebaskanku. Dan hanya akan mengabulkan satu permintaanya yaitu caranya ia mati. Dan kini kau datang membebaskanku, maka nelayan sekarang pilihlah cara mati seperti apa yang kau inginkan?,” kata Jin.

Mendengar cerita Ifrit tersebut si nelayan berkata, “Wahai Jin, dengan nama Allah maafkanlah aku yang telah membebaskanmu di waktu yang salah dan tolong jangan bunuh aku.”

“Tidak boleh! Aku pasti akan membunuhmu, itulah sumpahku! Sekarang cepat pilih dengan cara apa aku membunuhmu!” bentak jin.

“Oh betapa sialnya aku yang telah menolong makhluk yang tidak tahu berterima kasih. Maafkan aku maka Allah akan memaafkanmu. Tapi jika kau berbuat jahat padaku, maka Alloh pasti akan membalasnya dengan azab-Nya.” ratap nelayan.

“Hei nelayan, kematianmu adalah hal yang pasti, kerana itu adalah sumpahku! Dan aku tidak pernah melanggar sumpah yang kuucapkan!” kata Jin.

Nelayan itu menyedari bahawa keputusan jin ifrit sudah tidak boleh diubah lagi. Ia sedih teringat anak-anaknya dan nasib mereka jika ia mati. Namun di saat itu tiba-tiba muncul sebuah akal.

“Wahai Jin, kematianku sudah di depan mata, dan aku menerimanya sebagai takdirku. Tapi sebelum aku memilih caraku mati, atas nama Allah yang namanya tercetak di atas permukaan yang mengunci botol ini, maukah kau menjawab dengan jujur satu pertanyaanku?” tanya nelayan.

Mendengar nama Allah, tubuh Jin itu gemetar ketakutan. “Baiklah, aku bersumpah atas nama Allah akan menjawab dengan jujur pertanyaanmu.”
“Benarkah kau pernah terkurung di dalam botol ini?” tanya nelayan.
“Ya, betul!” jawab Jin.

“Sebenarnya aku tidak percaya dengan ceritamu. Botol ini bahkan tidak boleh memuat kakimu yang besar, bagaimana mungkin ia boleh memuat seluruh tubuhmu,” kata nelayan.
“Kamu tidak percaya ceritaku?” tanya jin dengan marah.
“Aku tidak percaya sampai aku melihatnya sendiri,” tantang nelayan.
“Baiklah akan kubuktikan padamu!” seru Jin.

Sedikit demi sedikit tubuh jin Ifrit berubah menjadi asap dan masuk kembali ke dalam botol.
“Nah nelayan, sekarang kau percaya dengan ceritaku?” teriak Jin dari dalam botol.

Namun si nelayan dengan cepat menutupnya dan berkata, “Hei Ifrit, sekarang giliranmu untuk memilih cara mati yang kau inginkan! Tapi tidak! Lebih baik aku melemparkanmu kembali ke tengah laut!

Aku akan membangun rumah di sini dan selama sisa hidupku aku akan mencegah siapapun yang ingin mencari ikan di sini. Akan kukatakan bahwa disini ada jin jahat yang akan membunuh siapapun yang membebaskannya dari dalam botol.”

Mendengar perkataan si nelayan, jin Ifrit menangis dan memohon agar si nelayan membebaskannya.

“Bukankah sudah kubilang padamu jin, jika kau menyelamatkanku maka Allah akan menyelamatkanmu. Tapi kau tidak mau. Maka inilah balasannya!” kata nelayan.
“Tolong bebaskan aku,” ratap jin.

“Kamu pembohong! Aku dan kamu seperti Wezirnya raja Yunan dengan guru Duban!” kata nelayan.


Raja Yunun telah termakan hasutan wazirnya untuk membunuh Tabib Duban. Biarpun berkali-kali Tabib Duban merayu agar jangan dibunuh, Raja Yunan tidak mengendahkan.

"Demikianlah halnya seperti aku merayumu tadi wahai jin Arit!" kata nelayan .

Raja Yunan itu akhirnya membunuh Tabib Duban dan Tabib Duban itu, sebelum matinya telah membuat helah. Sebuah kitab lama diberikan kepada Raja Yunan. Dalam lembaran kitab itu diletakkan racun. Raja Yunan membuka lembaran buku itu sambil membasakan jarinya dengan lidahnya. Rupanya di situ dia menjilat racun dan mati.

Nelayan menginatkan jin pengajaran kisah raja Yunan dan Tabib Duban. Jin merayu untuk dibebaskan. Dia bersumpahkan akan berikan nelayan kekayaan. Nelayan pun tertarik dan setuju. Dia  bukan semua botol.

Jin keluar dan ambil botol  lalu dilemparkan ke laut. Nelayan takut jin mungkir. Jin tidka mungkir.

Dia bawa nelayan ke satu kolam. Disuruh lempar jala. Dapat ikan 4 ekor berwarna putih merah biru dan kuning.

Jin suruh bawa ikan jumpa raja dan raja akan berikan dia hadiah yang banyak

Nelayan boleh menjala sehari sekali sahaja di kolam itu. 

Jin menghilang dalam bumi.

Nelayan dapat hadianh 4000 keping emas dari raja. Raja sangat sukan . Ikan itu disuruhnya masak utk di makan.




 

Thursday, 18 January 2024

KISAH KEADILAN AHMAD BIN TULUN

Thursday, 18 January 2024 0

Pada zaman pemerintahan Ahmad bin Tulun di negeri Mesir, ada sepasang suami isteri yang hidup miskin menyara hidup dengan mengusahan memintal kapal menjadi benang. Usaha ini dinamakan "Ghazlan". Nama Imam Al-Hazali dikatakan berasal dari perusahan keluarganya yang memintalk benang menjadi kapas.

Dua suami isteri tadi ada seorang anak perempuan yang sangat cantik. Dia tidak pernah keluar rumah. Satu hari dia minta untuk ikut ibu bapanya ke tempat mereka bekerja. Maka dibawalah ke sana. Namun, dalam perjalanan, anak perempuan tadi telah terpisah dari ibu bapa mereka. Dia yang tidak pernah keluar ke pekan tepinga-pinga tak tahu hendak ke mana. Ketika itu, dia lalu di depan istana seorang bangsawan bernama Putera Al-Fil. Putera Al-Fil nampak perempuan itu dan dia pun tertarik. Ditangkapnya perempuan tadi dan di bawa masuk ke istananya. Lalu diperintahkan para hambanya mempersiapkan perempuan  tadi dengan pakaian yang menarik.

Malang sekali nasib anak perempuan itu. Dia telah diperkosa oleh putera Al-Fil dan disimpan dalam istananya sebagai pemuas nafsunay.

Ibu bapa anak perempuan yang kehilangan anaknya itu mencari di sana sini tetapi tidak ditemui. Mereka berdua menangis bertanya ornag sana sini. Di malam hari, datanglah seorang memberitahu bahawa anaknya telah diculik oleh Putera Al-Fil.

Sultan Ahmad bin Tulun telah menetapkan satu peraturan dalam negeri. Jika ada sesuatu musibah yang hendak diadukan kepadanya, maka diazankan di laur waktu di masjid Jamik. Maka bapa si anak perempuan yang malang utu telah menemui muazzin masjid Jamik menceritakan kepadanya apa yang terjadi. Maka Muazzin pun melaungkan azan. Ahmad bin Tulun pun  datang. Bapa si gadis malang itu pun datang juga. Dia ceritakan apa yang terjadi kepada Ahmad bin Tulun. 

Tatkala Putera Al-Fil sampai, Ahmad bin Tulun pun menyapanya dan mengucapkan tahniah atasnya kerana perkahwinannya. Putera Al-Fil terpinga-pinga kebingungan.Maka ditunjukkan olehnya bapa si gadis dan diceritakan apoa yang terjadi. Putera Al-Fil malu tertunduk.

Kata Ahmad bin Tulun: Angkat muka kau dan katakan kepada bapanya: Kahwinkan aku dengan anakmu dengan maskahwin 1000 dinar tunai dan 500 dinar hutang.

Maka Putera Al-Fil pun terpaksa melakukannya . Bapa Si gadis malang itu pun berkata: Baiklah, aku setuju. Para saksi mendengar perkahwinan itu.

Stelah semua saksi beredar , maka Ahmad bin Tulun pun perentahkan agar kepala Puetra Al-Fil dipenggal depannya.

Lalu berkata Ahmad bin Tulun kepada bapa si gadis: Sekarang anakmu mewarisi sauminya . 

Maka dengan itu kehidupan mereka sekeluarga pun berubah menjadi senang dan anak perempuannya menjadi janda yang kaya.

Baca: Shamela

Wednesday, 21 December 2022

التفريق بين الاستثناء المتصل والمنقطع

Wednesday, 21 December 2022 0

 Allah SWT berfirman dalam Surah An-Naml, ayat 11:

 إِلَّا مَن ظَلَمَ ثُمَّ بَدَّلَ حُسْنًا بَعْدَ سُوءٍ فَإِنِّي غَفُورٌ رَّحِيمٌ (11)



Perkataan Illa dalam ayat , menurt Ibn Kathir membawa maksud istisnaa munqati'. Istisnaa ada jenis iaitu:
1) Istisnaa Muttasil
2) Istisnaa Munqati'.

Lihat perbezaannya:


المستثنى إذا كان من جنس المستثنى منه فإن أهل العلم يسمونه متصلًا، وإذا كان من غير جنسه فإنه يسمى منقطعًا، كما إذا قيل: (قام القوم إلا زيدًا)، فهذا متصل؛ لأن زيدًا –المستثنىمن جنس المستثنى منه وهو القوم، لكن إذا قيل: (قام القوم إلا حمارًا)، فهذا يسمونه منقطعًا؛ لأن الحمار ليس من جنس القوم -المستثنى منه-.

Kecuali "Orang yang zalim kemudian berbuat baik selepas kejahatan" adalah satu pengecualian daripada apa yang disebut dalam ayat sebelumnya. Dalam ayat sebelumnya disebutkan firman Allah kepada Musa bahawa "para Rasul-rasul tidak selama mana mereka bersama dengan jalan Allah". Allah ingin beritahu Musa bahawa dia tidak seharusnya takut kepada ular jelmaan dari tongkatnya. Para Rasul, dalam menjalankan dakwahnya, tidak akan takut kerana Allah sentiasa bersamanya. 

Datang ayat selepasnya, dikecualikan. Apa yang dikecualikan? Adakah para rasul tertentu? Ia adalah pengecualian perkara yang lain dan itu adalah manusia yang berbuat zalim, yakni dosa kemudian bertaubat dan berbuat baik. Maka pengecualian seperti ini tidaklah berkaitan dengan apa yang dikecualikan sebelumnya. Ia dinamakan Istisnaa munqqati'.

Rujuk beberapa contoh dalam Quran yang menunjukkan istisnaa muttasil dan munqati':



Saturday, 24 September 2022

MUSANNAF ABDURRAZAQ

Saturday, 24 September 2022 0

Musannaf Abdurrazaq adalah salah satu Kitab Hadis yang menjadi sumber hadis-hadis bagi Ahli Sunnah. Ia menghimpunkan hadis-hadis yang diriwayatkan oleh Al-Imam Abdurrazaq As-Son'aani (Meninggal tahun 211H). Nama penuh beliau ialah Abu Bakar Abdurrazaq bin Hammam bin Nafi' Al-Himyari Al-Yamani As-Son'ani. Beliau adalah dari kalangan Hufafz dalam dunia hadis dan seornag yang Tsiqah.

Beliau adalah seorang yang digelar sebagai Muhaddis Yaman. 

Musanaf ini mengandungi hadis-hadis yang disusun mengikut bab-bab fekah bermula daripada Bab Toharah dan berakhir dengan hadis-hadis mengenai Ahli Kitab.

KItab ini mengandungi 19202 hadis yang disusun dalam 31 pecahan yang disebutkan "kitab" dan dalam setiap "kitab" ada beberapa bab.



Monday, 12 September 2022

Kejatuhan Toledo ( Tulaitilah)

Monday, 12 September 2022 0

 



Tulaitilah (Toledo) adalah ibu kota pemerentahan kaum Gothi sebelum Islam masuk dan menguasai Andalus melalui misi tentera  mujahid Islam yang dipimpin oleh Toriq bin Ziyad dan Musa bin Nusair. Kisah pembukaan Tulaitilah oleh Toriq bin Ziyad hanya dengan tentera hanya seramai 6 ribu personel dan ia menepati hadis nabi mengenai mukjizat Rasulullah yang mana musuh gerun kepadanya sejauh perjalan sebulan. Tulaitilah jatuh sebelum sampainya tentera Islam pimpinan Toriq bin Ziyad.

Pasukan tentera Kristian dari kerajaan Castella dan Leon tidak henti-henti cuba menawan bandar ini. Akhirnya, pada tahun 478H=1085M, jatuhlah Tulaitilah ke tangan raja Kristian




AN-NU'MAN BIN MUNZIR AL-LAKHMI

النعمان بن المنذر بن المنذر بن امرئ القيس اللخمي، الملقب بأبو قابوس (582-610 م) من أشهر ملوك المناذرة في عصر ما قبل الإسلام. كان داهية مقداما. وهو ممدوح النابغة الذبياني وحسان بن ثابت وحاتم الطائي. وهو باني مدينة النعمانية على ضفة دجلة اليمنى، وصاحب يوم البؤس والنعيم؛ وقاتل عبيد بن الأبرص الشاعر، في يوم بؤسه؛ وقاتل عدي بن زيد و غازي قرقيسيا (بين الخابور والفرات). كان أبرش أحمر الشعر، قصيرا. ملك الحيرة إرثا عن أبيه، سنة 582م، وكانت تابعة للفرس، فأقره عليها كسرى فاستمر إلى أن نقم عليه كسرى أبرويز أمرا بعد أن طلب منه أن يزوجه ابنته فرفض النعمان فما كان من كسرى إلا أن عزل النعمان ونفاه إلى خانقين، فسجن فيها إلى أن مات. وقيل: ألقاه تحت أرجل الفيلة، فوطئته، فهلك وكانت هذه الحادثة هي الشرارة التي أدت لاشتعال الحرب بين العرب والفرس في معركة ذي قار والذي انتصر فيها العرب انتصارا كبيرا.

وفي صحاح الجوهرى: قال أبو عبيدة: «إن العرب كانت تسمى ملوك الحيرة -أي كل من ملكها - (النعمان) لأنه كان آخرهم»

Beliau adalah An-Nu'man bin Al-Munzir bin Al-Munzir bin Umru'ul Qais Al-Lakhmi yang digelar Abu Al-Qabus. Beliau adalah raja terakhir keluarga Munzir yang memerintah Herah. Hidup antara tahun  582 hingga 610M.

Tuesday, 6 September 2022

PEMBERONTAKAN ABDURRAHMAN BIN MUHAMMAD AL-ASY'ATH

Tuesday, 6 September 2022 0

Pada mulanya beliau adalah antara tentera yang berkhidmat di bawah kendalian Al-Hajjaj bin Yusuf As-Tsaqafi. Bintangnya cepat bersinar sehingga dia diberi kepercayaan oleh Hajjaj untuk menatadbir Tibristan. Kemudian Hajjaj mencurigainya dan memecatnya. Dia tidak terima dan kembali melawan Hajjaj dan selanjutnya mencabar khalifah Abd malik bin Marwan.


Kawasan Tibristan



Tambahan pada masa itu ada mood anti Hajjaj. Ramai kalangan ulama yang mendokong perjuangan Abdurrahman Al-Asy'ath ini. Ada kalangan Tabi'in yang mendokongnya seperti Sa'id bin Jubair dan Muhammad bin Saad bin Abi Waqqas. Antara tokoh besar yang menyokongnya adalah Muslim bin Yasar. Hasan al-Basri cuba dipujuk menyokong gerakannya tetapi ditolak oleh Hasan Al-Basri.

Mulanya kemenangan nampak berpihak kepada Abdurrahman dan Hajjaj kewalahan mengekangnya. Namun kemudiannya Hajjaj mendapat posisi yang kuat dan dapat mengalahkannya.


PUNCA PERGESERAN ANTARA HAJJAJ DENGAN ABDURRAHMAN

Pada tahun 80H, Abdurrahman menggerakan pasukannya ke Sijistan selepas menghapuskan kekuatan pasukan Ubadillah bin Abi Bakrah di sebelah Turki. Abdurrahman menggabungkan Turki dalam kekuasaannya dan menolak tawaran cukai kharaj pemimpin di sana. Kerana musim sejuk sedangh melanda, Abdurrahman menangguhkan proses masuk ke wilayah Turki. Hajjaj tidka setuju dan mengarakannya agar teruskan misi. Jika enggan dia akan digantikan dengan saudaranya Ishak bin Muhammad Al-Asy'ath. Abdurrahman bermesyuarat dengan pemimpin pasukannya dan mereka mencapai persetujuan untuk statik dengan keputusan mereka dan mereka menambah bahawa perlu memecat Hajjaj yang disebutkan mereka sebagai "musuh Allah".

Selama 4 tahun pemberontakan Abdurrahman berlangsung. Khalifah Abdul malik pernah cuba menawarkan kepada Irak untuk gantikan hajjaj dengan Abdurrahman. Tapi Abdurrahman sudah naik syok dengan kemenangannya. Sehingga berlaku peperangan Dir Jamajim. Kalahlah Abdurrahman dan dia lari ke Turki. Hajjaj hantar 'Ammarah bin Tamim Al-lakhmi salah seorang pemimpin tentera dari Syam untuk menangkap Abdurrahman. Ketika Abdurrahman merasakan bahawa dia tidak dapat lari lagi dari tangkapan dna akan diserahkan kepada Hajjaj, dia mengambil keputusan untuk membunuh diri.

Maka matilah Abdurrahman membunuh dirinya pada tahun 85H



Kawasan Sijistan




Wednesday, 4 May 2022

Kalau mahu jadi mufti, inilah syaratnya!

Wednesday, 4 May 2022 0

 Hari ini, orang mahu kalau jadi mufti. Walau kelayakannya amat sedikit, kemahuan jadi mufti tetap membara. Apakah syarat-syarat  kelayakan mufti menurut agama?

Rujuk: http://www.moqatel.com/openshare/Behoth/Denia9/Fatwa/sec05.doc_cvt.htm

Friday, 11 February 2022

QUTBUDDIN AIBAK

Friday, 11 February 2022 0

 Qutb al-Din Aibak (Persianقطب‌الدین ایبک), (1150 – 14 November 1210) was a general of the Ghurid king Muhammad Ghori. He was in charge of the Ghurid territories in northern India, and after Muhammad Ghori's death, he became the ruler of an independent kingdom that evolved into the Delhi Sultanate ruled by the Mamluk dynasty.

Sumber: Wikipedia


  1. Qutbuddin Aibak merupakan pengasas kepada Kesultanan Islam Delhi yang berdiri antara tahun 1206 hingga 1290/603h hingga 689h. Dalam tempoh ini, para sultannya adalah dari keturunan mamalik (hamba) dari pelbagai keturunan atau bangsa. Qutbuddin Aibak sendiri adalah berasal dari bangsa Turkistan.
  2. Qutbuddin Aibak dilahirkan pada tahun 1150
  3. Pada awalnya, Qutbuddin adalah hamba yang dimiliki (mamluk). Sejak kecil dia dijual sebagai hamba dan mulanya dia dibeli oleh Qodhi Fakhruddin Abdul Aziz Kufi  di Nisabur. Di bawah jagaan beliau, Qutbuddin didedahkan dengan ilmu kepahlawanan seperti memanah, menungangh kuda dan kemahiran-kemahiran persenjataan lain.
  4. Qutbuddin kemudiannya dijual kepada Muhamamd Ghuri di Kota Ghazni. Di bawah Muhamamd Ghuri, dia meningkat kedudukannya menjadi pengawal kepada kuda istana.
  5. Ketika perang antara kerajaan Khawarizmi dengan Ghuri, Qutbuddin ditawan oleh pasukan Sultan Syah.
  6. Bila pasukan tentera Ghuri menang, dia dibebaskan dan Muhammad Ghuri sangat menyayanginya.
  7. Setelah Muhammad Ghuri menang dalam Perang Terrain kedua (tahun 1192)  menentang Raja Chahamana dari Shakambhari, Qutbuddin Aibak diberikan peranan menjaga wilayah Utara India yang ditawan.  
  8. Qutbuddin meluaskan kekuasaan Kesultanan Ghuri dengan menawan kerajaan Chahamana, Gahadavala, Chaulukya, Chandela dan beberapa kerajaan lain yang berkuasa diIndia ketika itu.
  9. Bila Muhammad Ghuri meninggal tahun 1206, baginda tidak meninggalkan keturunan untuk mewarisi tahtanya. Seorang panglima tenteranya bernama Tajuddin Yildiz yang juga merupakan hamba mengambil alih kekuasaan dan ini menimbulkan konflik dengan Qutbuddin Aibak.
  10. Peperangan pun tidak dapat dielakkan. Qutbuddin Aibak meluaskan kekuasaannya sampai ke Ghazni  dan mengangkat anak saudara Sultan Muhamamd Ghuri yang bernama Ghiathuddin menjadi Sultan baru kerajaan Ghuri.
  11. Qutbuddin sendiri kembali ke Lahore dan menjadikannya sebagai ibukota pemerintahannya. Mengenang jasanya Sultan Ghiathuddin pun mengiktiraf kekuasaan Qutbuddin ke atas India.
  12. Dengan itu Qutbuddin telah mendirikan kerajaan Kesultanan Islam di India. Dari semasa ke semasa, wialayah keukuasaannya kian luas dan baginda menetapkan sisitem pemerintahan yang adil dan menjaga kebajikan rakyat.
  13. Baginda Sultan Qutbuddin Aibak meninggal pada tahun 1210 kerana jatuh kuda sewaktu sedang menunggangnya dalam permainan sukan berkuda yang dinamakan "Chovgan".
  14. Anaknya Aram Shah dilantik menggantikannya. Namun dia tidak mahir dalam pemerintahan dan kerajaan mula pecah dan ada bahagian yang mula menceraikan diri daripada Kesultanan. 
  15. Para Raja dan Amir kerajaan Mamalik mula mencari pengganti dan ketika orang yang diharapkan hanyalah Syamsuddin Al-Tutmis yang merupakan bekas hamba Qutbuddin Aibak yang menjadi panglima tentera yang berkebolehan.
  16. Ini menimbulkan konflik dengan Aram Shah, tetapi Aram Shah kemudian mati terbunuh. Maka Syamsuddin Al-Tutmis pun menjadi penguasa baru Kesultanan Islam Delhi.
  17. Kesultaan ini dinamakan Mamalik kerana para Sultannya asal hamba. Namun, dari semua Sultannya, hanya 3 orang sahaja yang asalnya hamba iaitu Qutbuddin Aibak, Syamsudin Al-Tutmis dan Sultan ke-9 bernama Ghiathuddin balban. Selain mereka, semuanya bukan hamba. Namun, kerajaan ini dipanggil sebagai Kerajaan Mamalik 



Thursday, 10 February 2022

Wanita muslimah yang memerintah negara

Thursday, 10 February 2022 0
Dalam sejarah Islam, wanita pernah menjadi raja. Pertama sekali berlaku di bumi Yaman. Ketika itu memerintah di sana sebuah kerajaan bernama kerajaan Solehiyyah. Seorang raja perempuan bernama Arwa binti Ahmad (1048-1138). Beliau naik  tahta pada tahun 1084=477H,  setelah kematian suaminya Al-Malik Al-Mukarram, Ali bin Muhamamd As-Solehi, pengasas kerajaan Solehiyyah di Yaman.. Duduk bertahta hampir 55 tahun dan meninggal pada usia hampir 86 tahun. 


Di tanah Delhi pula, pernah memerintah seorang Sultanah bernama Radhiah Sultan antara tahun 1236-1240. 4 tahun di atas tahta.Namun, beliau akhirnya mati terbunuh.


Kemudian di tanah Mesir, pernah memerintah pula seorang raja perempuan bernama Syajaratur Dur pada tahun 1250M. Beliau mengambil alih kendali kuasa setelah mangkat suaminya Sultan Soleh Ayyub dari dinasti Ayyubiyyah. Demi menjaga semangat tentera Mesir yang sednag berdepan dengan pasukan Salibi saat itu, dia mengeluarkan perintah atas nama suaminya yang telah mangkat dan untuk mengekalkan posisinya, dia kemudiannya berkahwin dengan Al-Muiz Aibak, salah seorang hamba almarhum suaminya.Namun akhirnya di juga mati terbunuh. Sebelum dia dibunuh, dia sendiri telah membunuh suaminya Al-Muiz Aibak gara-gara tidak puas hati apabila suaminya itu berencana mahu berkahiwn dengan seorang puteri keturunan Ayyubiyah. Dia dibunuh oleh isteri pertama Al-Muiz Aibak dengan cara dipukul dengan sandal kayu dan dibuang dari atas benteng kota.



Wednesday, 1 December 2021

Kitab Asna Al-Matalib

Wednesday, 1 December 2021 0

 Jika seseorang mengaku dirinya bermazhab Syafie, tanyakan padanya, pernahkah anda membaca atau belajar Kitab Asnal Matalib? Kalau belm pernah baca atau belajar kitab ini, maka katakan dia belum lagi bermazhab Syafie.

Kitab ini adalah karya Al-Imam Al-Faqih Zakariyya Al-Ansari As-Syafie(823-926H). Kitab ini adalah sebuah Ensiklopedia Fekah Mazhab Syafie yang merupakan syarah kepada kitab Raudhut Talib yang ditulis oleh Ibn Al-Muqri' (Meninggal tahun 837). Kitab Raudhuttalib itu adalah sebuah ringkasan kepada kitab Raudhatuttalibin yang ditulis oleh Imam Nawawi rahimahullah (Meninggal tahun 676h)



ليس شافعياً من لم يقرأ أسنى المطالب

Sunday, 24 October 2021

Isim Maksur dan Manqus

Sunday, 24 October 2021 0

 

Thursday, 21 October 2021

ANAK-ANAK YANG DISANDARKAN KEPADA ALLAH

Thursday, 21 October 2021 0

 قال ابن كثير: قال بعضُ السلف: لَقَدْ رَأَيْنَا بَعْضَ أَوْلَادِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ يَحْمِلُ عَلَى ثَمَانِينَ فَرَسًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَكَانَ بَعْضُ أَوْلَادِ سُلَيْمَانَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ مَعَ كَثْرَةِ مَا تَرَكَ لَهُمْ مِنَ الْأَمْوَالِ يَتَعَاطَى وَيَسْأَلُ مِنْ أَوْلَادِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ لِأَنَّ عُمَرَ وَكَلَ وَلَدَهُ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، وَسُلَيْمَانُ وَغَيْرُهُ إِنَّمَا يَكِلُونَ أَوْلَادَهُمْ إِلَى مَا يَدَعُونَ لَهُمْ مِنَ الْأَمْوَالِ الْفَانِيَةِ، فَيَضِيعُونَ وَتَذْهَبُ أَمْوَالُهُمْ فِي شَهَوَاتِ أَوْلَادِهِمْ. [البداية والنهاية لابن كثير جـ9 صـ218].


Telah berkata Ibn Kathir dalam Al-Bidayah Wan Nihayah, Jil 9, Ms 218: Telah menceritakan setengah daripada Salaf, Sesungguhnya kami telah saksikan sebahagian daripada anak-anak Umar bin Abdul Aziz telah menaja 80 kudah perang Fi sabilillah. Sementara sebahagian daripada anak-anak Sulaiman bin Abdul Malik, walaupun banyak harta yang ditinggalkan oleh ayah mereka untuk mereka, mereka dalam keadaan meminta kepada anak-anak Umar bin Abdul Aziz. Demikain itu kerana Umar bin Abdul Aziz menyerakan nasib mereka kepada Allah SWT, dan Sulaiman dan lain-lainnya menyerakan anak-anak mereka kepada harta yang mereka tinggalkan. Llau anak-anak mereka mensia-siakan harta mereka dan hilanglah harta itu buat melampiaskan syahwat mereka.

Sunday, 17 October 2021

CIRI HADIS PALSU(1)

Sunday, 17 October 2021 0

 Semua hadis yang menyebut tenteng keelokkan rupa paras dan pujian atasnya, suruhan agar memandangnya, mencari hajat melaluinya, dan neraka tidak membakarnya, semua hadis yang demikian sifatnya adalah palsu lagi rekaan sang pereka.

Tuesday, 26 January 2021

MENDALAMI ILMU NAHU BAHASA ARAB-AYUH BELAJAR TERUS

Tuesday, 26 January 2021 0

 

 

analbahr/

Friday, 15 January 2021

ِAl-Asy'ath bin Qais Al-kindi

Friday, 15 January 2021 0

Saya mencari tahu tentang Al-Asy'asth ini setelah membaca kita pemberontakan cucunya yang bernama Abdurrahman bin Muhammad bin Al-Asy'ath melawan Hajjaj bin Yusuf As-Tsaqafi.

Sumber Sunni memujinya sebagai sahabat nabi yang di letakkan  gelaran Radhiallahu anhu. Namun, jika dibaca dlam sumber wiki Syiah, dia dituduh sebagai bersekongkol membunuh Ali bersama Abdurrahman bin Muljam.

وفي مسند الإمام أحمد عَنْ شَقِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: «مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ هُوَ فِيهَا فَاجِرٌ لِيَقْتَطِعَ بِهَا مَالَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ، لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ». فَقَالَ الأَشْعَثُ رضي الله عنه: فِيَّ كَانَ وَاللَّهِ ذَلِكَ، كَانَ بَيْنِي وَبَيْنَ رَجُلٍ مِنْ الْيَهُودِ أَرْضٌ فَجَحَدَنِي، فَقَدَّمْتُهُ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: «أَلَكَ بَيِّنَةٌ؟» قُلْتُ: لا. فَقَالَ لِلْيَهُودِيِّ: «احْلِفْ». فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِذَنْ يَحْلِفَ. فَذَهَبَ بِمَالِي، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: {إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلاً} [آل عمران: 77] إِلَى آخِرِ الآيَة.

 

 

Wednesday, 16 December 2020

KAJIAN SYEIKH BAZMOOL

Wednesday, 16 December 2020 0

 Link:

 

 

 http://mohammadbazmool.blogspot.com/search/label/%D8%A3%D8%AC%D9%88%D8%A8%D8%A9%20%D8%A5%D8%B4%D9%83%D8%A7%D9%84%D8%A7%D8%AA%20%D8%B9%D9%84%D9%85%D9%8A%D8%A9

Thursday, 27 August 2020

Mirza Ghulan Ahmad

Thursday, 27 August 2020 0

Mirza Ghulam Ahmad mengasaskan jemaah Ahmadiah Qadyaniah pada akhir kurun ke-19.

MIrza Ghulam Ahmad mendakwa nabi Isa tidak diangkat ke langit, tetapi dia telah berhijrah ke Kasymir dan meninggal di sana. Dia menjumpai kuburnya dan kerana itu roh nabi Isa menjelma dalam dirinya. Dia mendakwa dialah nabi Isa dan dialah juga al-mahdi almuntazar.

Katanya nabi Isa meninggal pada usia 120 tahun di Kasymir dan juburnya ada di Srenagar.

Sebenarnya kubur itu kepunyaan seorang wali bernama Yusuf Asaf, tapi Mirza Ghulam Ahmad mendakwa ianya kubur nabi Isa.

Ghulam Ahmad, selepas mendakwa dia orang pertama menemui kubur nabi Isa a.s, dia mendakwa pula dirinya sebagai mujaddid kurun ke 14 H. Ini sesuai dengan sabda nabi SAW:

إن الله يبعث لهذه الأمة على رأس كل مائة سنة رجلا يجدد لها أمر دينها 

 

Dalam kitabnya (ms7-6) , Mirza Gulam menyatakan dialah mujaddid yang dijanjikan dan dsebut sebagai almahdi:

  يا أيها الناس إذا كنتم أصحاب إيمان ودين، فاحمدوا الله واسجدوا لله شكراً، إن العصر الذي قضى آباؤكم حياتهم في انتظاره ولم يدركوه، وتشوقت إليه أرواح ولم تسعد به قد حل وأدركتموه وإليكم وحدكم أن تقدروا هذه النعمة وتنتهزوا هذه الفرصة، سأكرر ذلك ولا أفتأ أذكرم أنني ذلك الرجل الذي أرسل للإصلاح الحق، ليقيم هذا الدين في القلوب من جديد

 

Ghulam Ahmad juga mendakwa dirinya sebagai jelmaan Dewa Krishna, Tuhan yang dikultuskan oleh orang Hindu. Kata Ghulam Ahmad, Dewa Krishna itu sebenarnya seorang nabi yang sebenar pada zamannya. Dia sangat cintakan Allah dan sentiasa menyuruh kebaikan dan memusuhi kejahatan. Allah menjanjikan buatnya kemunculan semula di akhir zaman, dan kata Ghulam Ahmad, dialah jelmaan Krishna itu!


Siapakah Al-hakim Nuruddin buat Mirza Ghulam? 

 

Dakwaan Ghulam Ahmad Qadyani ini sebagai nabi, bukan perkara baru. Sebelumnya sudah ada orang mengakui nabi seperti Paulus, Aswad Al-Ansi, Musalamah Al-kazzab dan lainya.  Semua ini membenarkan sabda nabi SAW:

 إن بين يدي الساعة كذَّابين

 

 يُبعث دجَّالون كذابون قريبٌ من ثلاثين، كلُّهم يزعم أنه رسول الله

 

 

 


Tuesday, 18 June 2019

kisah-kisah menarik

Tuesday, 18 June 2019 0

https://www.qssas.com

 

 
والقلم وما يسطرون. Design by Pocket